Sabtu, 12 Desember 2015

TUGAS 2 PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

Pertumbuhan dan Perkembangan

        Pesertadidik merupakan sumberdaya utama dan terpenting dalam proses pendidikan formal. Didalam UU no. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional (sisdiknas), mendefinisikan setiap manusia yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran pada jalur pendidikan baik pendidikan formal maupun pendidikan nonformal, pada jenjang pendidikan dan jenis pendidikan tertentu. Sebagai orang yang belum dewasa dan memiliki sejumlah potensi dasar yang masih perlu dikembangkan. Potensi dimaksud umumnya terdiri dari tiga ketegori, yaitu koknitif, afektif, dan psikomotor.

Pertumbuhan dan Perkembangan peserta didik memeiliki makna yang berbeda, pertumbuhan peserta didik secara sederhana  bermakna peningkatan dibidang massa atau berat dan tinggi badan. Perkembangan peserta didik merupakan sebuah perubahan secara bertahap dalam kemampuan, emosi, dan keterampilan yang terus berlangsung hingga mencapai usia tertentu. Jika istilah “pertumbuhan” dan “perkembangan” itu digunakan bersama menjadi ”pertumbuhan dan perkembangan”, ia memiliki makna yang kompleks, yaitu berkaitan dengan masalah fisik, mental dan emosiaonal diasosiasikan dengan pertumbuhan peserta didik. Jadi, istilah”Pertumbuhan dan perkembangan” digunakan bersama untuk menggambarkan proses-proses fisik, mental, dan emosiaonal yang kompleks yang terkait jengan “perkembangannya” peserta didik.
Prinsip-prinsip perkembangan manusia secara alamiah mengikuti pola umum menurut prinsip atau hukum perkembangan yang teratur, universal, dan berkesinambungan.

Prinsip-prinsip perkembangan pada umumnya antara lain:
        1. Perkembangan melibatkan perubahan. Sikap anak terhadap perubahan dipengaruhi oleh                       kesadaran akan perubahan, bagaimana pengaruhnya terhadap perilaku anak.
        2.  Perkembangan awal lebih kritis dari pada perkembangan selanjutnya. Oleh karena itu peran                orang tua menjadi sangat penting dalam menentukan perkembangan anak.
        3.  Perkembangan merupakan hasil proses kematangan dan belajar.
        4.  Pola perkembangan dapat diramalkan.
        5.  Pola perkembangan mempunyai karakteristik yang dapat diramalkan.
        6.  Terdapat perubahan individu dalam berkembang.
        7.  Priode pola perkembangan.
        8.  Pada setiap periode perkembangan memiliki harapan sosial.
        9.  Setiap bidang perkembangan mengandung bahaya dan potensial.
       10. Kebahagian bervariasi pada berbagai periode perkembangan.

Adapun prinsip-prinsip perkembangan individu, yaitu;
1.     Perkembangan merupakan proses yang tidak perna terganti.
2.     Semua aspek perkembangan saling berhubungan.
3.     Perkembangan terjadi pada tempo yang berlainan.
4.     Setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas.
5.     Setiap individu normal akan mengalami tahapan perkembangan.
6.     Perkembangan memiiki pola atau arah tertentu.

Prinsip perkembangan menurut Hurlock (1991), terbagi enam prinsip merupakan ciri mutlak dari pertumbuhan dan perkembangan yang dialami seorang anak, keenam prinsip tersebut adalah:
1. Adanya perubahan
        Manusia tidak perna dalam keadakan  statis dia akan sengalami berubah dan mengalami perubahan, perubahan bisa menanjak kemudian berada dititik puncak kemudian mengalami kemunduran.
2. Perkembangan awal lebih kritis dari pada perkembangan selanjutnya.
        Lingkungan anak tinggal masa kecil akan berpengaruh kuat terhadap kemampuan bawahan mereka. Bukti ilmiah telah menunjukkan bahwah dasar awal cenderung bertahan dan mempengaruhi sikap dari prilaku anak sepanjang hidupnya.
3.Perkembangan merupakan hasil proses kematangan dan belajar.
        Perkembangan seorang anak akan dipengaruhi oleh proses kematangan yaitu terbukanya karateristik yang secara potensial suda ada oada individu yang berasal dari warisan genetik individu.
4. Pola perkembangan dapat diramalkan.
       Dalam perkembangan motorik akan mengikuti hukum chepaloaudal yaitu perkembangan yang menyebar keseluruh tubuh dari kepala ke kaki ini bahwa kemajuan dalam struktur dan fungsi pertama-tama terjadi dibagian kepalah,badan dan kaki.
5. Pola perkembangan mempunnyai karateristikyng dapat diramalkan.
       Karateristik tertentu juga dapt diramalkan, berlaku baik untuk perkembangan fisik atau mental. Setiap anak mengikuti perkembangan yang sama dari satu tahap menuju tahap berikutnya.
6. Terdapat perbedaan individu dalam perkembangan.
        Perbedaan ini disebabkan karena setiap orang memiliki unsur biologis dan genetik yang berbeda. Kemudian juga faktor lingkungan yang turut memberikan kontribusi terhadap perkembangan seorang anak. Perbedaan perkembangan tiap individu mengindikasikan pada guru, orang tua, atau pengasuh  untuk mennyadari perbedaan tiap anak yang diasuhnya sehingga kemampuan yang diharapkan dari tiap anak seharusnya juga berbeda. Demikian pula pendidikan yang diberikan harus bersifat perseorangan.

     Prinsip perkembangan mempunyai implikasi dalam pendidikan perkembangan menekankan bahwa kenyataan timbul dari interaksi kematangan belajar dengan menetapkan batas dari perkembangan. Pemahaman tentang perkembangan ini membantu guru dan orang tua untuk merencananakan kegiatan yang sesuai, merangsang dan memperkaya pengalaman bagi anak-anak, serta memberikan dasar untuk memahami bagaimana mendorong dan mendukung pembelajaran meraka.
Peserta didik merupakan insan yang memiliki aneka kebutuhan. Asosiasi Nasional sekolah menengah (National association of high school) Amerika  serikat (1995) mengindetifikasi kebutuhan-kebutuhan peserta didik dilihat dari dimensi pengembangannya, yaitu seperti berikut ini.
  1. Kebutuhan intelektual, dimana peserta didik memiliki rasa ingin tahu, termotifikasi untuk mencapai prestasi saat ditantang dan mampu berpikir untuk memecahkan masalah-masalah yang kompleks.
  2. Kebutuhan sosial, dimana setiap peserta didik mempunyai harapan yang kuat untuk memiliki dan dapat diterima oleh rekan-rekan mereka sambal mencari tempatnya sendidi di dunianya.
  3. Kebutuhan fisik, dimana peserta didik “jatuh tempo” perkembangan pada tingkat yang berbeda dan mengalami pertumbuhan yang cepat dan tidak beraturan. Pertumbuhan dan perubahan fisik atau tubuh menyebabkan gerakan mereka adakalanya menjadi canggung dan tidak terkoordinasi.
  4. Kebutuhan emosional dan psikologis, dimana peserta didik rentan dan sadar diri, dan sering mengalami “mood swing” yang tidak terduga.
  5. Kebutuhan moral dimana peserta didik idealis dan ingin memiliki kemauan kuat untuk membuat dunia dirinya dan dunia diluar dirinya menjadi tempat yang lebih baik.
  6. Kebutuhan homodivious, dimana peserta didik mengakui dirinya sebagai makhluk yang berketuhanan atau makhluk homoriligiusalias insan yang beragama.
Seiring dalam proses perkembangan peserta didik mengalami begitu banyak perubahan fisik dan mental, dari itu muncul berbagai kebutuhan-kebutuhan yang sangat perlu dipelajari para orang tua dan juga guru yang sangat penring dalam menentukan pekemnangan peserta didik.



Sumber
Danim Sudarmawan. 2010. Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Alfabeta.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar