Minggu, 13 Desember 2015

pengembangan peserta didik (8)

Menganalisis Gambar Anak


Pada pertemuan mata kuliah Pengembangan Peserta Didik oleh Drs Jajang Suryana, M.Sn, dilakukannya presentasi mengenai gambar anak-anak dengan memahami dan menganalisis karya anak secara langsung. Presentasi selanjutnya di presentasikan oleh beberapa Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa semester 7 banyak gambar-gambar unik yang dipresentasikan oleh beberapa mahasiswa, adapun gambar-gambar yang dipresentasikan adalah sebagai berikut :


Karya : 
Ni Putu Yuni Kusuma Yanti ( 10 Tahun)

     Gambar diatas adalah salah satu karya yang digambar oleh keponakan saya sendiri, dia bernama Ni Putu Yuni Kusuma Yanti. Secara sekilas kalau dilihat gambar diatas biasa saja, namun yang membuat gambar tersebut unik adalah, gambar tersebut dibuat oleh seorang perempuan yang masih berusia 10 tahun. Di rumah dia mencontoh salah satu gambar yang saya buat dan yang membuat saya terkesan dia sudah mampu mencontoh gambar yang saya buat secara lengkap. Di usianya yang baru sepuluh tahun dia sudah mampu menunjukkan bakat yang ia punya.

Karya :
Helmi ( 5 Tahun )

Dari usia 5 tahun yang memasuki masa prabagan terlihat bahwa gambar yang dihasilkan oleh Helmi terdapat goresan melingkar, vertical, horizontal dibuat mengelompok untuk membuat suatu bidang. Dia memadukan beberapa goresan tersebut untuk membentuk sebuah objek. Objek orang yang dibuatnya merupakan dirinya sendiri yang sedang melempar pisau, sehingga objek pisau lebih besar dibanding dirinya sendiri. Gambar orang yang dihasilkan membuat kepala dengan bentuk lingkaran. Bentuk vertical dan horizontal untuk membuat tangan dan kaki, dia menggunakan dua garis untuk membuat kaki,  Begitupun objek lainnya yang terbuat dari bentuk geometris. Aspek warna tidak ada hubungannya dengan warna yang sebenarnya. Gambar ini dipresentasikan oleh Nurul Rahman.

Karya :
Ayu Candra ( 10 Tahun )

Gambar karya Ayu Candra ini juga menceritakan bahwa objek manusia(wanita) ialah dirinya yang sedang menunggu pacarnya.
Anak kecil jaman sekarang sudah mulai mengenal pacaran yang seharusnya belum ia kenali sama sekali. Usia sepuluh tahun merupakan usia bermain, tidak seharusnya diusianya yang masih belia sudah teracuni oleh hal-hal yang tidak-tidak. Menurut saya ini terjadi karna tontonan ditelevisi dan media masa lainnya yang kurang memperhatiakan dampak psikologis bagi penonton yang juga termasuk anak-anak. Anak adalah pribadi yang sangat mudah dipengaruhi apapun yang ia temukan dan ia senangi pasti langsung di ikutian ditiru, celakanya jika sesuatu yang mereka tiru bersifat negatif.
Kenyataannya saat ini banyak anak-anak yang mulai teracuni hal-hal negatif ini. Bagi saya ini sangat buruk bagi tumbuh kembang si anak itu sendiri. Seharusnya anak-anak masih berada di dunia bermain bersama teman namun sekarang malah banyak yang sudah mengenal cinta. Entah akan seperti apa generasi bangsa ini nantinya.


Catatan 
Semua Gambar Di dokumentasikan menggunakan samsung galaxy s5










Tidak ada komentar:

Posting Komentar